Inisiasi
5
Universitas
Terbuka
Komunikasi
Bisnis
Persentasi bisnis
(Sumber : BMP Komunikasi Bisnis, Dr. Yosal Iriantara)
Dalam perencanaan presentasi ini, hal-hal yang harus kita persiapkan
adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan
gagasan utama.
Langkah pertama adalah merumuskan gagasan utama. Gagasan utama ini
menghubungkan pokok bahasan dan tujuan dengan kerangka pengalaman khalayak,
seperti yang sering kita lihat dalam iklan-iklan yang menunjukkan manfaat
sebuah produk untuk konsumen, misalnya Dancow menyehatkan Anda. Sekarang
cobalah merumuskan gagasan utama tersebut dalam sebuah kalimat yang
merangkumkan argumen untuk meyakinkan khalayak. Anda bisa melihat contoh
berikut ini :
Peningkatan permintaan pada kendaraan troda
empat dengan cc kecil yang lebih hemat bahan bakar akibat terjadinya
peningkatan harga BBM.
2. Membuat
kerangka.
Dengan gagasan utama yang sudah
dipersiapkan dengan baik, Anda bisa mulai menyusun kerangka. Struktur kerangka
ini hendaknya memperhitungkan pokok bahasan, tujuan, khalayak, dan waktu
tersedia untuk presentasi. Untuk contoh kerangka presentasi lihat di bawah ini
:
KOMPETITOR BARU MERAMAIKAN
BISNIS FAST-FOOD
Tujuan:
Menyadarkan para pemiliki usaha waralaba atas peningkatan ancaman
persaingan dari toko-toko swalayan terkemuka.
I. Pembukaan:
perebutan pangsa pasar di antara pemilik usaha waralaba semakin sengit dengan
masuknya toko-toko swalayan terkemuka dalam bisnis ini.
II. Toko-toko swalayan terkemuka semakin
menunjukkan ancamannya.
§
Toko-toko
swalayan terkemuka tahun ini berhasil memperoleh Rp. 78 milyar dari penjualan makanan cepat-saji dan tingkat
pertumbuhan penjualannya mencapai
15%/tahun.
§
Dua
toko swalayan kelas C yang mengembangkan bisnis makanan cepat-saji ini adalah
TS Dept. Store dan Saeroh Dept. Store. TS Dept. Store mengembangkanmakanan cepat-saji dari milkshake sampai
hotdogs dan hamburger. Sedangkan
Saeroh Dept. Store berhasil melakukan eksperimen
untuk pengembangan restoran fast-food yang self-service.
§
Sementara
banyak toko swalayan lain yang kini sedang menyiapkan rencana membuka restoran fast-food dan uji-coba untuk keperluan ini sedang
berlangsung.
III.
Toko-toko swalayan terkemuka sedang membangun food-court dengan menu yang
menarik konsumen.
IV. Toko-toko swalayan tersebut sangat dibantu oleh
promosi periklanan.
V. Kesimpulan:
Ambisi toko-toko swalayan terkemuka itu memaksa kita untuk menambah investasi agar bisnis waralaba makanan cepat-saji ini tetap
dapat menghasilkan uang.
Dalam membuat perencanaan presentasi ini, kita juga harus memasukkan
pertimbangan waktu pada saat kita membuat kerangka presentasi ini. Karena,
presentasi yang terlalu lama juga tidak efektif. Khalayak akan bosan, apalagi
bila kita sudah mengulang-ulang informasi yang sama yang sudah dimengerti dan
diketahui oleh khalayak. Lama presentasi tersebut jelas ditentukan oleh
panjangnya presentasi. Untuk memperkirakan berapa lama presentasi kita
berlangsung bisa dihitung dengan jumlah kata-kata yang diucapkan dalam satu
menit. Rata-rata kita mengucapkan kata-kata 125 kata/menit.
Selain itu, dalam perencanaan presentasi kita juga memperhitungkan gaya
presentasi kita. Gaya presentasi ini
umumnya dibagi menjadi 3 yakni gaya presentasi untuk kelompok kecil, gaya resmi
untuk kelompok besar dan gaya presentasi untuk peristiwa penting.
Dalam melakukan presentasi ini, untuk lebih meningkatkan efektivitas
komunikasi kita sudah lazim dipergunakan alat bantu audio-visual. Pentingnya
menggunakan alat-bantu audio-visual ini adalah untuk membantu baik pembicara
maupun khalayak mengarahkan perhatian kepada hal-hal yang penting. Gagasan
utama kita jadi lebih mudah diingat dan dimengerti oleh khalayak.
Pertama-tama kita melihat dua jenis alat bantu visual ini. Pertama
visualisasi teks yang dibentuk dengan menggunakan kata-kata yang akan membantu
khalayak mengikuti arus gagasan. Dengan visualisasi teks ini, kita menyajikan
rangkuman pesan sehingga khalayak dapat melihat pikiran-pikiran yang
disampaikan. Kedua visualisasi grafis yang memberikan penekanan terhadap
fakta-fakta penting. Visualisasi ini membantu khalayak memahami data numerik
dan jenis informasi lain yang sukar difahami kalau dinyatakan secara lisan.
Namun kita harus waspada, penggunaan alat bantu visual tersebut dapat
menjadi kontraproduktif. Karena itu, agar alat bantu tersebut membantu
efektivitas komunikasi kita, perhatikanlah hal-hal di bawah ini:
§
Pastikan semua khalayak dapat melihat dengan
baik
§
Berikan kesempatan kepada khlayak untuk
membaca visualisasi itu sebelum Anda memberikan uraian.
§
Batasi setiap alat bantu visual itu hanya
untuk satu gagasan.
§
Jangan menyampaikan sesuatu yang bertentangan
antara penjelasan lisan dengan visualisasi.
§
Jangan membaca teks yang divisualisasikan
kata demi kata.
§
Ketika selesai membahas butir yang
divisualisasikan, segeralah hentikan alat visualisasi tersebut.
Sekarang kita akan membahas medium yang tepat untuk membantu presentasi
kita, ada banyak medium yang kita pilih dari alternatif berikut ini:
§
Handout.
Ketika melakukan presentasi Anda mungkin membagikan
lembaran kertas yang berisikan agenda, kerangka program, abstrak laporan, atau
bahan pendukung seperti tabel dan grafik. Handout
ini akan membantu khalayak memperhatikan pokok gagasan Anda. Namun dapat
juga mengganggu karena khalayak lebih tertarik pada handout daripada uraian Anda.
§
Papan
tulis. Untuk presentasi pada kelompok kecil, Anda mungkin
memilih papan tulis guna menggambarkan gagasan Anda, karena medium ini langsung
kita gunakan, maka sifatnya amat fleksibel. Namun untuk situasi tertentu
penggunaan papan tulis ini terkesan sangat informal.
§
Overhead
projektor (OHP). Alat bantu yang paling umum dipergunakan
dalam presentasi bisnis adalah OHP ini. Karena alat ini dapat memproyeksikan
transparansi pada layar di tengah sinar yang benderang. Transparansi ini dengan
mudah dapat kita buat secara manual, fotokopi, atau menggunakan komputer. Kini,
sudah terbiasa digunakan LCD projector
dan mulai menggantikan OHP dalam banyak kegiatan presentasi bisnis.
§
Slide.
Isi slide dapat berupa teks grafis atau gambar atau juga
bila Anda sudah mahir dapat menggabungkan ketiganya. sayangnya slide hanya bisa diproyeksikanm di ruang
yang relatif gelap.
§
Alat
bantu lain. Dalam presentasi teknis maupun ilmiah, sampel produk
atau model dapat dipergunakan sebagai alat bantu, sehingga khalayak bisa
mrngalaminya secara langsung. Selain itu kita juga dapat menggunakan videotape atau audiotape dan film. Videotape dan film cukup efektif untuk
menarik perhatian khalayak karena disajikan secara lebih hidup dan berwarna.
Secara umum penggunaan alat bantu audio-visual dapat memperlihatkan
bagaimana sesuatu terlihat, bekerja atau berhubungan satu sama lain. Namun
hendaknya kita ingat bahwa alat bantu audio-visual tersebut bukan merupakan
pengganti kata-kata lisan, melainkan alat bantu untuk menarik dan membangun
minat, serta untuk menunjukkan informasi yang penting. Oleh karena itu, kita
harus pandai memilih medium mana yang paling tepat dalam melakukan presentasi.
Dalam hal penggunaan media atau medium presentasi ini, kita teringat
pada kenyataan bahwa dalam presentasi adakalanya yang lebih dipentingkan adalah
cara atau bagaimana mempresentasikannya, bukan apa atau materi presentasinya.
Tentu saja pernyataan tersebut bukan mengecilkan materi presentasi dan lebih
menekankan pada cara presentasinya. Namun pernyataan tersebut lebih dimaksudkan
bahwa bagaimana kita mempresentasikan pun harus diperhatikan, bukan hanya
memperhatikan apa yang dipresentasikan saja.
Bila presentasi kita menggunakan alat bantu seperti OHP atau LCD projector,
maka sangat penting untuk mempersiapkan materi yang akan ditayangkan. Materi
yang akan ditayangkan tersebut adalah kalimat-kalimat inti yang ditulis dengan
singkat. Kita tak perlu memuat seluruh kalimat dalam lembar transparansi bila
menggunakan OHP atau slide PowerPoint bila menggunakan LCD projector karena akan menyulitkan
khalayak membacanya, melainkan hanya kata-kata kunci yang penting saja.
Kita lihat gambar berikut:

Gambar
: Slide untuk Presentasi dengan menggunakan PowerPoint LCD Projector
Sumber: Presentasi “Filosofi Pendidikan
Politeknik” oleh Dr.Ir. Bambang Boediono, ME
Kita
bisa melihat pada Gambar itu, hanya
butir-butir pokok saja yang ditayangkan. Ada 7 kelompok kalimat yang dituliskan
dalam slide untuk bagian pembahasan
mengenai masyarakat pengguna program diploma politeknik. Ringkasnya kalimat
yang ditampilkan membantu khalayak untuk memahami butir-butir pokok atau
pikiran-pikiran utama yang dipresentasikan.
Selanjutnya, setelah persiapan selesai
tentu kita harus menetapkan bagaimana presentasi akan kita lakukan. Ini
berkenaan dengan bagaimana cara presentasi tersebut akan dilangsungkan yang
berarti kitab harus juga mempelajari metode presentasi seperti berikut ini.
Metode Presentasi
Kini tibalah kita pada pembahasan mengenai teknik penyampaian presentasi.
Dalam teknik penyampaian ini kita bisa memilih salah satu dari empat metode
penyampaian berikut ini :
-
Memori.
Janganlah Anda menghapalkan semua pesan yang akan dipresentasikan, karena akan
sulit untuk mengingat semuanya. Cukup mengingat garis besarnya saja.
-
Membaca.
Bila kita mempresentasikan pesan yang bersifat teknis dan
kompleks, tak usah ragu untuk membaca dari teks yang sudah kita persiapkan,
ketika kita harus membaca jangan sampai kita kehilangan kontak mata dengan
khalayak. Untuk itu kita dapat berhenti sesaat untuk melihat khalayak,
mengangkat tangan, atau mengeraskan dan melembutkan suara.
-
Berbicara
dengan memegang catatan. Anda membuat catatan hal- hal yang penting, kemudian Anda berbicara
melalui catatan tersebut. Ketika pendengar kelihatan bingung, Anda dapat lebih
menjelaskan butir tersebut atau beralih ke pokok bahasan lain.
-
Berbicara
impromtu. kalau Anda diminta untuk berbicara secara mendadak,
itulah impromtu. Dalam situasi seperti ini, pikirkanlah beberapa saat apa yang
hendak Anda katakan, tapi ingat jangan tergoda untuk melantur.
Menjawab Pertanyaan
Dalam presentasi tentu saja ada biasanya selalu disediakan sesi
tanya-jawab. Apalag bila kita mengingingkan presentasi itu bukan merupakan
komunikasi satu arah melainkan
presentasi yang dibangun dengan semangat dialog dan intearktif. Berikut
ini beberapa cara menjawab pertanyaan yang diajukan khalayak presentasi kita:
a.
Jawab pertanyaan dengan singkat dan sikap
manis. Ketika menjawab pertanyaan fokuskan perhatian kita pada orang yang
mengajukan pertanyaan dengan memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi wajah agar
kita dapat memastikan apa yang dimaksudkannya. Kemudian dengarkan dengan penuh
seksama. Saat menjawab, ulangi pokok pertanyaan itu untuk memastikan kita
memahami maksudnya dan membantu khalayak lain memahami pertanyaan yang
diajukan.
b.
Jangan biarkan khalayak memonopoli perhatian
kita. Mungkin ada satu dua khalayak yang memonopoli sesi tanya jawab. Cobalah
Anda memberi kesempatan kepada orang lain yang duduk di bagian lain ruang
presentasi.
c.
Menjawab tanpa emosional pertanyaan keras.
Kebanyakan orang mengajukan pertanyaan hanya untuk sekedar meminta penjelasan
atau informasi tambahan. Biasanya kita akan menjawab pertanyaan seperti ini
dengan ramah, namun ada juga khalayak yang bertanya dengan keras. Ketika ini
terjadi tetaplah tenang. tataplah mata penanya dan jawablah pertanyaan sebaik
mungkin tanpa memperlihatkan perasaan kita.
Sedangkan Anjali (2007: 247-249)
memberikan saran yang lebih teknis dan operasional dalam menjawab pertanyaan
dari khalayak. Menurut Anjali, dalam menjawab pertanyaan khalayak itu, strategi
yang dikembangkan adalah:
a. terima
pertanyaan dari seluruh khalayak
b. simak
pertanyaan khalayak drengan seksama
c. batasi
jumlah pertanyaan khalayak
d. berikan
jawaban yang berkualitas
e. fokuskan
jawaban sesuai topik utama
Selanjutnya, kita pun penting
memperhatikan kredibilitas kita sebagai penyaji dalam sebuah kegiatan
presentasi. Karena dalam presentasi, kredibilitas kita sebagai penyaji sangat
penting. Itulah sebabnya mengapa kita harus berupaya memaksimalkan kredibilitas
tersebut. Kredibilitas kita bisa ditingkatkan dengan cara seperti berikut :
a.
Menunjukkan kompetensi. Pendengar akan
terpengaruh oleh orang yang dipercaya memiliki kualifikasi dalam bidang
tertentu. Karena itu kita harus (a)
memiliki pengetahuan mengenai pokok bahasan, (b) memperkenalkan kredensial
seperti gelar akademik dan pengalaman profesional, dan (c) memperlihatkan
kemampuan.
b.
Raih kepercayaan khalayak. Untuk ini Anda
harus bersikap jujur dan tidak memihak.
c.
Menekankan kesamaan dengan khalayak.
d.
Meningkatkan imbauan Anda pada khalayak,
dengan memperhatikan penampilan.
e.
Memperlihatkan ketulusan.
Hal lain yang penting kita perhatikan adalah saat kita menyampaikan
presentasi kita. Ini merupakan hal-hal teknis, yang kelihatannya sepele namun
sangat menentukan keberhasilan presentasi kita. Hal-hal yang perlu diperhatikan
pada saat kita menyampaikan presentasi adalah:
a.
jaga kontak mata dengan khalayak,
b.
berbicara dengan jelas dan tegas,
c.
jangan berbicara terlampau cepat,
d.
pastikan suara Anda dapat didengar semua
orang,
e.
berbicara dengan gaya asli Anda sendiri,
f.
berdiri tegak,
g.
gunakan gerak-gerik yang alami,
h.
jawab pertanyaan dengan penuh kesabaran, dan
i.
jaga perasaan Anda ketika menghadapi kritik.
Saran
presentatsi, khususnya dalam posisi kita sebagai penyaji, seperti yang
dikemukakan Anjali (2007:51) berikut ini:
- pendengar kita adalah orang yang beragam sifatnya, jumlahnya, atau kualitasnya
- kebutuhan pendengar haris lebih diutamakan daripada kebutuhan kita sebagai penyaji
- seorang penyaji bertugas melayani dengan cara memberikan cara, gaya, dan isi presentasi yang dibutuhkan oleh pendengar
- terkadang penyaji harus mengikuti kecenderungan pendengar dalam hal pembicaraan dan seni berbicara.