SAHABAT JADI CINTA
Pagi itu Alya berangkat ke sekolah bersama sahabatnya yang bernama Ardi, Ardi
sangat baik sama Alya disekolahpun dia berusaha menjaga Alya dengan baik,
memang Alya tidak satu kelas dengan Ardi. Karna kebaikannya itu, membuat Alya punya
perasaan lebih dari seorang sahabat, Alya sayang sama Ardi lebih dari sahabat,
tapi Alya takut ungkapin semuanya, Alya takut nantinya malah merusak hubungan
persahabatannya sama Ardi. Tiba-tiba bel istirahat berbunyi, lalu Ardi
menghampiri Alya ke kelas.
“Alya, ke kantin yuk” ajaknya
“oke, ayo” jawab alya
Lalu mereka berdua berdua pun pergi ke kantin, sesampainya disana mereka
bertemu dengan miko, dia teman sekelas alya dan teman teman pun bilang kalau
dia suka pada alya tapi alya tidak terlalu menghiraukannya. Tiba-tiba miko
menghampiri alya dan Ardi.
“hay al..” sapa miko pada alya
“iya, mik” jawab alya
“ayo al kita duduk disana” ajak Ardi
“al, aku boleh ikut gabung” Tanya miko
“iya, boleh aja” kata alya
Lalumereka
makan bersama, tapi ada pandangan yang aneh pada Ardi, dia terlihat tidak
senang saat miko ikut bergabung bersamanya. Alya berharap Ardi cemburu pada
miko, tapi Alya tidak bias berharap lebih seperti itu. Atau bisa saja Alya
hanya takut kehilanganku sebagai sahabatnya saja, maklum kami bersahabat sejak
kecil. Lalu bel masuk pun sudah terdengar.
“ayo al kita ke kelas” ajak miko
“iya, kamu duluan aja..aku bareng Ardi” ucap Alya
“yaudah, aku duluan ya al” jawab miko
“dia siapa sih al” Tanya Ardi kesal
“oh, itu miko temen sekelasku” jawab alya
“oh itu yang namanya miko yang katanya suka sama kamu al” Tanya Ardi serius
“ih apaan sih” jawab alya dengan tidak menghiraukan pertanyaan Ardi
Hari itu Ardi kelihatan berbeda, dia terlihat seperti seseorang yang kehilangan
semangat hidupnya. Alya merasa dia sedang menyembunyikan sesuatu yang tidak
boleh diketahui, tapi apa? Alya kan sahabatnya, kenapa dia tidak ingin berbagi
cerita pada alya.
***
Ketika alya sedang berjalan menuju rumah, lalu miko menghampiri alya untuk
mengajak alya pulang bersamanya. Padahal alya mengharapkan Ardi yang mengajak
alya pulang.
“al, aku anter pulang yuk” sapa miko tiba-tiba
“makasih mik, aku pulang sendiri aja” jawab alya
“beneran gapapa pulang sendirian?” Tanya miko
“iya, gapapa ko” sahut alya
“yaudah kamu hati-hati ya” kata miko
Miko pun pergi. Memang saat itu alya sedang tidak bersama Ardi karna Ardi
sedang ada pelajaran tambahan jadi ya alya pulang sendirian. Sesampainya alya
di rumah kelihatannya ibu sedang membuat kue pesanan, lalu alya ganti baju dan
membantu ibu membuat kue. Ketika sedang membantu ibu di dapur, tiba tiba ada
seseorang yang mengetuk pintu rumah alya, lalu alya membuka pintu itu dan
ternyata itu Ardi. Alya sangat senang saat melihat Ardi ke rumahku kali itu.
“lagi sibuk al?” Tanya Ardi
“aku cuma lagi bantu ibu bikin kue” sahut alya
“oh, aku pikir tidak sedang sibuk” jawab Ardi
“emangnya ada apa?” kata alya
“ngga, tadinya aku mau ajak kamu keluar, tapi yaudah nanti malam aja, kamu bias
kan?” pinta Ardi
“iya, nanti malam aku bias ko” jawab alya
“yaudah nanti malem aku jemput kamu ya al” sahut Ardi
***
Malam pun tiba, alya bersiap siap untuk menunggu Ardi di rumah, tidak biasanya Ardi
mengajak alya keluar malam seperti ini, namun sepertinya ada hal yang ingin
disampaikan serius ole Ardi padaku, ketika alya sedang duduk di luar menunggu Ardi
lalu Ardi pun muncul.
“malam al” sapa Ardi
“iya, kita mau kemana” tanya alya
“aku mau tunjukin sesuatu ke kamu” jawab Ardi sambil tersenyum
“tunjukin apa” tanya alya penasaran
“nanti juga kamu tau al, yaudah yuk kita berangkat” ajak Ardi
mereka pun bergegas pergi dari rumah alya, dijalan pun alya bertanya tanya
sebenarnya Ardi mau ajak alya kemana dan dia itu mau tunjukin apa ke alya, Ardi
bilang tempatnya sedikit jauh jadi alya harus bersabar, alyapun makin penasaran
apa yang mau dia tunjukin ke alya. Beberapa saat kemudian Ardi berhenti di
suatu tempat, tempatnya itu tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi.
“kita ko berenti disini ar” tanya alya bingung
“iya memang ini tempatnya” jawab Ardi
“terus apa yang mau kamu tunjukin ke aku” tanya alya
“yaudah tapi kamu tutup mata ya al” pinta Ardi
“ko pake acara tutup mata sih” sahut alya
“yaudah nurut aja pokonya” jawab Ardi
“oke aku turutin mau kamu” kata alya
Lalu alya di ajak berjalan entah tau mau kemana, alya semakin penasaran apa
yang mau Ardi tunjukan padanya, dan sesampai pada tempatnya, Ardi menyuruh alya
berhenti melangkah dan tunggu hitungan satu sampai tiga, setelah itu aku
disuruh buka mata.
“kita udah sampe tempatnya?” tanya alya
“iya, tunggu jangan buka mata dulu” pinta Ardi
“oke, tapi sampe kapan aku tutup mata” tanya alya lagi
“sebentar ya al tunggu aba aba dariku” jawab Ardi
“oke oke tapi jangan lama lama” pinta alya
“oke, satu…dua..tigaaa…” aba aba Ardi
Setelah hitungan ketiga dan alyapun membuka mata, ternyata Ardi menunjukan
kunang kunang yang berada di tepian danau dan di danau itupun ada lilin lilin
yang membentuk kata ‘I love you’ alya terkejut saat Ardi memberikan mawar merah
dan menyatakan perasaannya padanya, alya sangat sangat tidak menyangka kalau Ardi
pun mempunyai perasaan yang sama seperti alya.
“al, aku sayang sama kamu, kamu mau jadi pacar aku” sahut Ardi gugup
“kamu nembak aku ar?” tanya alya serius
“iya al, maaf aku memendam semua rasaku ini” jawab Ardi
“sudah lama kamu memendam semua ini?” tanya alya lagi
“iya al sudah cukup lama, dan aku baru berani mengatakannya sekarang” jawab Ardi
“kenapa ngga dari dulu bilangnya?” tanya alya penasaran
“aku cuma takut ngerusak persahabatan kita aja al” sahut Ardi
“jujur aku juga sayang kamu lebih dari sekedar sahabat ar” jawab alya mengakui
“jadi gimana al hubungan kita?” Tanya Ardi sangat serius
“iya aku mau ko jadi pacar kamu ar” jawab alya malu malu
“beneran al kamu terima aku?” Tanya Ardi lagi meyakinkan dirinya
“iya ar aku serius, aku gak mau kehilangan kamu” jawab alya lagi
“makasih ya al, aku akan jagain kamu semampuku” sahut Ardi sambil memeluk alya
Malam itu aku dan Ardi pun sangat bahagia, terutama alya, karena alya tidak
menyangka kalau Ardi akan menyatakan perasaannya kepadanya, diapun berjanji
untuk tetap menjaga alya seperti dulu dan tidak akan meninggalkan alya.