Hallo selamat malam semuanya.. kita disekolah pasti aja ga luout ya dari namanya tugas apalagi kalo udah sma atau smk pasti ga aneh deh kalo dikasi tugas yang bikin pr banget.. aku mau berbagi sama temen-temen smk khususnya jurusan adminitrasi kantor ini ada makalah tentang dokumen kantor semoga bermanfaat yah kawan =)
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT.
Atas rahmat dan karunia-Nya akhirnya
makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah
ini saya akan membahas “Penataan dokumen kantor”, sesuai dengan pelajaran di
tingkat SMK.
Makalah ini dibuat
dalam rangka memperdalam pemahaman masalah penataan dokumen kantor yang
disajikan dengan ringkas,padat, dan dengan bahasa yang sederhana sehingga kita
mudah membaca dan mempelajarinya. Setelah saya membuat makalah ini diharapkan
saya dan teman-teman dapat mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan
akan mampu menerapkannya di dalam dunia kerja
Dalam
proses pendalaman materi penataan dokumen kantor ini, tentunya saya mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan
saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan kepada
Ibu Agustina Kartika, selaku guru mata pelajaran produktif “Melakukan Prosedur Adminitrasi” dan terima
kasih kepada teman-teman yang telah memberikan saran dalam menyelesaikan
makalah ini. Dan saya sangat menyadari bahwa makalah ini belum masih jauh dari
sempurna, tapi saya sudah berusaha menyelesaikannya dan membuatnya semaksimal
mungkin.Oleh karena itu mohon maaf bila ada kekurangan atu penulisan yang
kurang jelas.
Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,
Bogor,09 Desember 2013
Vika
Nur Akmaliah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Administrasi
selalu ada di semua ruang lingkup kerja atau kegiatan. Administrasi
indentik dengan persuratan atau ketataussahaan. Kegiatan ketatausahaan antara
lain terdiri dari kegiatan pencatatan, menghitung, mengetik, mengarsip, dan
sebagainya. Kegiatan tersebut hampir seluruhnya menggunakan bahan berupa kertas,
sehingga produk dari kegiatan administrasi berupa lembaran kertas yang berisi
informasi. Surat-surat dan informasi tersebut tidak boleh hilang. Kehilangan
berarti kerugian. Disinilah pentingnya salah satu kegiatan dalam bidang
admnistrasi atau ketatausahaan, yaitu mengelola arsip. Data atau
arsip-asrip yang dimiliki perusahaan merupakan dokumen yang menjadi kekayaan
perusahaan. Karena itu, dokumen-dokumen tersebut harus dijaga dan dilindungi
secara baik oleh perusahaan.Adapun tujuan
penataan dan penyelenggaraan documen kantor, antara lain sebagai berikut:
1. Agar arsip terpelihara
dengan baik, teratur, dan aman
2. Agar mudah mendapatkan kembali
arsip yang dibutuhkan dengan cepat dan tepat
3.Untuk menghindari pemborosan
waktu & tenaga dalam mencari arsip yang dibutuhkan
4. Untuk menghemat tempat penyimpanan
5. Untuk menjaga kerahasiaan
arsip.
Maksud dan Tujuan Dalam rangka menyelamatkan
arsip yang berisi informasi penting dan merupakan bukti pertanggungjawaban yang
autentik, baik dari fisik maupun isinya, maka arsip-arsip tersebut haruslah
disimpan dengan baik menggunakan suatu system yang memudahkan dalam menyimpan
dan menemukan kembali. Kegiatan penyimpanan tersebut membutuhkan perlengkapan
dan peralatan arsip yang cukup dari segi jumlah kualitas yang baik pula. Hal
ini penting agar arsip-arsip tersebut terlindungi dari bahaya yang dapat
menyebabkan terjadinya kerusakan arsip, seperti bahaya banjir, kebakaran,
pencurian, dan sebagainya. Disetiap kantor tentu saja perlengkapan dan
peralatan yang digunakan bermacam-macam. Semakin besar kantor dan arsip yang
dikelola, maka semakin banyak dan beragam pula perlalatan yang digunakan.
Pekerjaan mengarsip merupakan bagian dari pekerjaan yang ada dalam bidang
admnistrasi / ketata ushaan, sehingga peralatan yang digunakan dibidang
kearsipan juga sebagian besar sama dengan yang digunakan dalam bidang ketata
usahaan. Dalam hal ini adalah peralatan yang pada umumnya digunakan untuk
kegiatan penyimpanan surat atau dokumen.
Keberhasilan dari kegiatan manajemen kearsipan adalah juga secara langsung
dipengaruhi oleh peralatan yang dipergunakan untuk menyimpan arsip dan
efisiensi pemakaian peralatan tersebut.
1.2. Rumusan Masalah
Makalah ini disusun berdasarkan pada
beberapa permasalahan-permasalahan seperti Penggolongan surat atau dokumen
kantor, pengertian dokumen, macam-macam
dokumen kantor dan pengertiannya, pengurusan surat masuk dan keluar dengan
sistem buku agenda, tata cara penyimpanan surat, pengurusan surat dengan sistem
kartu kendali, dan macam-macam sistem mengindeks surat. Metode Pengambilan Data
Makalah ini dapat tersusun dengan cara mengumpulkan data-data atau
Informasi-informasi baru (update) pada internet, buku Prosedur Adminitrasidan
dari refrensi-refrensi yang lain.
1.3.
Tujuan
Oleh karena itu, penulisan makalah ini
bertujuan agar kita dapat mengerti dan bisa kita praktekan dengan baik. Ruang
Lingkup Pada materi belajar ini akan membahas pengelolaan dokumen dalam kantor,
seperti proses-proses penyimpanan surat, mengetahui apa saja kegiatan-kegiatan
dokumentasi atau menata dokumen dengan cara yang benar dan dengan sistem-sistem
yang telah ditentukan, mengetahui proses surat masuk, dan berbagai macam sistem
indeks, dalam pengadaan sarana penataan arsip, hendaklah diperhatikan dengan
benar bahwa peralatan yang dipilih dapat memenuhi kebutuhan yang diingikan.
Pada makalah ini juga akan dibahas tentang pengertian dari peralatan dan
perlengkapan arsip, tipe-tipe penyimpanan, analisa kebutuhan peralatan dan
perlengkapan kearsipan serta penjelasan dan kegunaan dari berbagai macam jenis
dokumen.
BAB II
2.1 PEMBAHASAN
PENGELOLAAN SURAT ATAU DOKUMEN KANTOR
A.PENGGOLONGAN
SURAT ATAU DOKUMEN KANTOR
Dalam suatu kantor, baik intansi pemerintah
maupun swasta, dalam kegiatan sehari-harinya terjadi arus penerimaan dan pengeluaran surat. Ada surat yang datang ada
pula surat yang keluar. Semua surat yang datang dan keluar itu terdiri dari
berbagai macam jenis, ada jenis surat pribadi, surat dinas, dan ada pula surat
rahasia.
Dengan banyaknya surat yang datang maupun
keluar, maka perlu pengelolaan yang baik, sehingga tidak menghambat
penyampaiaan informasi. Untuk menangani hal semacam ini, diperlukan teknik dan
metode yang baik dalam pengelolaanya.
Sebelum membahas pengelolaan surat, kita
harus tahu dahulu surat atau documen apa saja yang dikelola dalam suatu kantor.
Pada dasarnya ada beberapa macam documen kantor, yaitu sebagai berikut :
1.Warkat biasa, adalah sebuah documen yang
semula mempunyai nilai atau kegunaan
penting, tetapi akhirnya menjadi tidak
berguna, misalnya surat lamaran.
2.Dokumen yang tidak penting (non esensial),
yaitu documen yang nilai kegunaannya bersifat
sementara, documen ini dapat diganti dan
scara berkala dapat dimusnahkan.
3.Dokumen penting (improtant), adalah
dokumen yang ad hubungannya dengan masa lalu
dan masa datang, dan mempunyai nilai guna yang sangat besar. Dokumen ini
sangat membantu dalam kelancaran kegiaan
organisasi. Dalam documen ini harus disimpan dalam jangka waktu yang lama.
4.Dokumen atau warkaat sangat penting(vital),
yaitu documen yang mempunyainilai sejarah
dan ilmiah, yang dapat dijadikan sebagai
alat pengingat selama-lamanya.
Macam- macam documen kantor tersebut, dapat
dikelola dengan sistem yang baik sesuai dengan kebutuhan kantor tersebut. Dalam
pengelolaannya dapat dilakukan dengan dua sistem yaitu buku agenda dan sistem
kartu kendali.
B.PENGURUSAN
SURAT MASUK DAN KELUAR DENGAN SISTEM BUKU AGENDA
1.Pengurusan
surat masuk
Surat
masuk adalah semua surat yang diterima oleh suatu organisasi. Langkah – langkah
pengurusan surat masuk adakah sebagai berikut:
a.Penerimaan
surat
Tugas penerimaan surat dilakukan dengan cara
:
1)Mengumpulkan
dan menghitung jumlah surat yang masuk
2)Meneliti
kebenaran alamat pengirim
3)Menggolong-golongkan
surat sesuai dengan jenisnya
4)Menandatangani
bukti pengiriman sebagai tanda bahwa surat telah diterima
b.Penyortiran
Penyortiran aalah memisah-misahkan surat
sesuai dengan kepentingannya untuk proses lebih lanjut. Adapun tujuannya adalah
:
-Untuk
mengetahui volume atau banyaknya surat masuk
-Untuk
menentukan prioritas penanganannya
-Untuk
mempermudah pengawasan
Dalam
menyortirkan surat dilakukan oleh petugas yang ditetapkan pada loket penerimaan
surat masuk. Tugas dari penyortiran adalah sebagai berikut:
1)Memisahkan
surat pimpinan, sekertaris,dan karyawan
2)Memisahkan
surat dinas,termasuk surat dinas rutin, surat dinas penting dan surat dinas
rahasia
3)Memisahkan
surat yang memerlukan penanganan khusus seperti surat tercatat atau
terdaftar, surat kilat, surat rahasia, surat
pribadi, dll.
4)Membaca
dan meneliti isi surat agar dapat memberi saran kepada pimpinan sepanjang
Diberi wewenang sepanjang masalah itu
Penyortiran
dapat dilakukan berdasarkan golongan surat.
a.
Pencatatan
1)Pembukaan sampul
Bila surat yang datang bukan surat rahasia maka surat trsebut boleh
dibuka oleh bagian yang berwenang dengan
cara membuka amplop, membaca, meneliti isi surat agar pimpinan dapat cepat
menangkap maksud dari isi surat tersebut dengan menggaris bawahi kata-kata
kalimat yang ddianggap penting yang dilakukan oleh bagian kearsipan, kepala
sekertariat atau menurut kebijakan pimpinan.
Dan apabila surat itu bersifat pribadi atau
rahasia tidak boleh dibuka langsung,tetapi harus disampaikan secara tertutup
kepada yang bersangkutan.
1)
Pemerikssaan
lampiran dan pemberian tanggal
Pemeriksaan lamipran ini meliputi :
1)
Apakah
nomor surat sesuai dengan nomor amplop
2)
Apakah
alamatnya sudah cocok
3)
Apabila
perihalnya ada hubungan dengan surat terdahulu, sertakan surat yang dimaksud.
4)
Apakah
lampirannya sudah cocok atau belum
2)
Pemberian
cap/stempel agenda
Setelah isi amplop dikeluarkan, sebelum dicatat dalam buku agenda,
terlebih dahulu harus dibubuhkan stempel agenda atau mesin stempel pada ruang
kosong di bagian atas halaman pertama dari surat tersebut.
3)
Membaca,
memberi garis bawah, dan membuat catatan penting/memberi tanda
Kegiatan ini meliputi menggaris bawahi kata-kata atau kalimat-kalimat
yang benar-benar dianggap penting yang dapat dengan cepat memberikan gambaran
isi surat
b.
Pengagendaan
surat
Yaitu
kegiatan mencatat surat-surat ke dalam buku agenda. Pencatatan ini dapat dilakukan dengan mengunakan daftar
penerimaan harian yang dalam istilah asing disebut daily mail record.
Kita mengenal tiga macam buku agenda, yaitu :
a)
Buku
Agenda
b)
Buku
Agenda Kembar
c)
Buku
Agenda berpasangan
Contoh buku agenda tunggal
|
Nomor
|
Tanggal
|
M/K
|
Surat
|
Dari/kepada
|
Isi Ringkasan
|
Ket
|
|
|
Nomor
|
Tanggal
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Contoh buku Agenda kembar
|
Nomor
|
Tanggal
|
Dikirim
Kepada
|
Isi Surat
|
Lampiran
|
Ket
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
c.
Pengarahan
Surat Masuk
Surat yang telah diagendakan perlu diproses lebih lanjut, petugas
mengarahkan dan meneruskan surat tersebut kepada penjabat berwenang. Pengarahan
ini biasanya ditulis di lembar disposisi.
Disposisi
adalah catatan,saran atau tanggapan setelah surat tersebut dibaca oleh
pimpinan. Ada dua macam
1.Disposisi langsung, yaitu langsung ditulis
dilembar surat
2.Disposisi tidak langsung, yaitu ditulis pada lembar disposisi sendiri
Prosedur
pengarahan yang menggunakan lembar disposisi adalah sebagai berikut :
1)
Surat
masuk harus disertai lembar disposisi oleh sekertaris kepala tata usaha
2)
Surat
yang sudah lengkap diteruskan kepada pimpinan untuk memperoleh tanggapan dengan
memeberi intruksi atau informasi pada lembar disposisi
3)
Surat
yang telah mendapat lembar disposisi dikembalikan lagi ke sekertaris. Dan
dilanjutkan ke unit pengolah untuk diproses dengan lembar disposisi.
Contoh surat disposisi :
|
Indeks
:
Rahasia :
Penting :
Biasa :
|
|
Kode :
Tgl Penyelesaiaan : .......
|
|
Tgl/No. :
..............................................................................
Asal :
..............................................................................
Isi
Ringkas : ..............................................................................
|
|
Intruksi/
Informasi : Diteruskan Kepada
1.
...........................................................
2.
...........................................................
3.
...........................................................
|
|
Sesudah digunakan harap segera dikembalikan
Kepada :
.................................................................................
Tanggal : .................................................................................
|
f.
Pendistribusian/ penyampaiaan surat
Penyampaiaan ini menggunakan buku ekspedisi
intern. Buku ekspedisi intern adalah buku catatan yang dijadikan bukti antar
unit. Berikut ini adalah contoh buku ekspedisi intern.
Contoh buku ekspedisi Intern
|
Nomor
Urut
|
Tanggal
Surat
|
Nomor
Surat
|
Dikirim
Kepada
|
Nama
Penerima
|
Paraf dan Tanggal Terima
|
|
|
|
|
|
|
|
d. Penyimpanan Surat
Penyimpanan
surat adalah kegiatan menyimpan surat dengan menggunakan sistem tertentu agar
saat diperlukan dapat cepat dan tepat ditemukan. Prosedurnya adalah sebagai
berikut :
1)
Meneliti
tanda pelepas (release mark). Tanda- tanda tersebut diberikan pada lembar
disposisi dengan kata-kata : file, simpan, arsip, atau dep
2)
Mengindeks
3)
Memberi
kode penyimpanan
4)
Menyortir
surat yang akan disimpan sesuai dengan kodenya
5)
Menyimpan
ke dalam folder (map)
6)
Menempatkan
arsip sesuai dengan sistem yang digunakan
Apabila digambarkan bagan proseddur surat masuk sistem buku agenda
seperti berikut:
Gambar Arus Prosedur Surat Masuk
Ekspedisi
Sekertaris/Kepala Tata Usaha
|
Disposisi Disposisi Disposisi
Arsip
1.
Pengurusan
surat keluar dengan buku agenda
Surat keluar adalah surat yang dikirimkan oleh suatu organisasi kepada
pihak lain. Surat keluar yang dikirimkan kemungkinan oleh tiga faktor :
1) Merupakan jawaban dari surat masuk
2) Karena merupakan kebutuhan misalnya
organisasi mebutuhkan pegawai baru, peralatan informasi dll.
3) Karena akan memberikan suatu hal, misalnya
surat edaran dan surat pengumuman
a. Pembuatan konsep surat
Pembuatan konsep surat adalah kegiatan
membuat rencana dan penyusunan penulisan untuk surat-surat keluar atau yang
akan dikirim. Konsep surat juga sering disebut draf. Konsep dibuat menggunakan
blanko biasanya berbentuk folio ganda (tidak bolak-balik) dan lengkap dengan
kolom-kolom serta ruangannya.
Dalam
membuat konsep surat harus memenuhi pesyaatan sebagai berikut :
·
Bersikap
dinas
·
Obyektif
·
Ringkas
dan jelas maksudnya
·
Sopan
dan ramah bahasanya
·
Seragam
bentuknya
·
Dan
rapi dalam penegtikannya
Setelah selesai dibuat konsepntersebut harus mendapat persetujuan dari
pimpinan dengan cara membubuhkan paraf pada blanko isian lembar konsep. Konsep
yang telah disetujui, kemudian di registrasikan
Contoh
lembaran konsep surat
1. Verbal
No. ..............................
2. Dikerjakan
oleh : .......................
3. Diperiksa
oleh : .......................
4. Doteruskan
oleh : .......................
5. Unit
yang bertanggung jawab tentang materi : .......................
6. Diterima
dipenerimaan konsepsurat nomor :
.......................
7. Diketik
oleh : .......................
8. Ditaklik
oleh : .......................
9. Diterima
dipengiriman surat keluar tanggal : .......................
10. Dikirim
oleh : .......................
11. Diajukan
lagi tanggal : .......................
12. Pokok
surat : .......................
13. Nomo
surat : .......................
14. Lampiran
: .......................
15. Keterangan
: .......................
16. Peringagtan
: .......................
17. Ditetapkan
: .......................
18. Setelah
selesai dikembalikan pada : .......................
|
b.
Persetujuan
konsep surat
Konsep
surat yang telahselesai dimintakan persetujuan pada pimpinan.konsep surat yang
sudah mendapat persetujuan pimpinan dan penulisannya benarakan di paraf (acc)
oleh pimpinan
c.
Mengagendakan
surat
Surat
yang telah di paraf kemudian diminta registrasi (dicatat) untuk memberi kode
atau nomor untuk surat keluar. Sama halnya dengan surat masuk surat keluarpun
harus diagendakan (dicatat dalam buku agenda ). Nomor surat biasanya diikuti
oleh kode surat yang telah ditetapkan. Misalnya pada baris nomor :001/B/III/2009
OO1 =
Nomor urut yang diambil dari buku agenda
B
= Masalah (berdasarkan indeks yang dipakai )
III
= Menunjukan bulan surat dibuat
2009 = Tahun surat
d.
Pengetikan
konsep surat
Konsep surat yang telah di acc oleh pimpinan yang berwenang dan
diagendakan kemudian diserahkan pada juru ketik. Pengetikan surat dibuat
rangkap dua sebagai arsip.
Juru tik membaca sekilas konsep surat dan mengamati tulisan yang kurang
tepat. Setelah surat dianggap layak diterbitkan maka juru tik mulai mengetik konsep
surat dengan rangkap dua, menggunakan kertas karbon atau dicopi surat yang
telah diketik ditelti kembali.
e.
Penandatanganan
surat
Net surat atau yang telah diketik kemudian
ditanda tangani oleh pimpinan
f.
Pemberian
cap
Surat yang telah di tanda tangani kemudian dibubuhi cap stempel. Surat
yang belum dicap berarti belum sah. Cap dibubuhkan disebelah kiri pada kaki
surat dan menyinggung sedikit tanda tangan. Setelah di stempel surat yang akan
dikirim dilipat sesuai ketentuan yang berlaku
g.
Pengiriman
surat
Dilakukan dengan dua cara yaitu :
1) Dikirim langsung
2) Dikirim melalui pos
h.
Penyimpanan
surat
Surat yang asli dikirim lewat alamat yang dituju, sedangkan tindasan
disimpan menggunakan sistem kearsipan yang dipakai oleh suatu organisasi.surat
yang dibuat oleh suatu lembaga perlu diperhatikan penyimpanan arsipnya. Hal
tersebut menghindari permasalahan dikemudian hari, arsip surat dapat menjadi
bukti surat autentik.
A.
PENGURUSAN
SURAT PENTING MASUK DAN KELUAR SISTEM KARTU KENDALI
Surat penting adalah ssemua surat yang
turut memengaruhi berhasil tidaknya pencapaiaan tujuan organisasi.
Ciri-ciri
surat dinas penting adalah :
1) Memerlukan penanganan segera
2) Jika terlambat diproses dapat merugikan
organisasi
3) Jika hilang sulit gantinya
4) Informasai yang terkandung di surat itu tidak
terkandung dalam surat lain
5) Memerlukan tindak lanjut
Pengurusan surat penting dilaksanakan
menggunakan kartu kendali. Kartu kendali
adalah kartu yang digunakan untuk pencatatan dan pengendalian surat masuk
dan keluar suatu organisasi.
Kartu kendali berfungsi sebagai :
·
Sebagai
alat pengendali surat masuk dan keluar
·
Sebagai
alat pelacak surat
·
Sebagai
arsip pengganti bagi surat yang masih dalam proses
·
Sebagai
pengganti buku agenda
Keuntungan
menggunakan kartu kendali yaitu:
1)
Lebih
efesien dibanding sistem buku agenda
2)
Dapat
membedakan sifat surat (pentinf,biasa,rahasia)
3)
Menghilangkan
pencatatan berulang
4)
Mudah
melacak lokasi surat yang sedang di proses
5)
Memudahkan
menyusunkan arsip
6)
Memudahkan
inventaris dan penilaian arsip
Contoh kartu kendali ;
|
Indeks:
Tgl.No Urut :
M/K
Kode :
|
|
Isi ringkas :
|
|
Lampiran :
|
|
Dari
: Kepada :
|
|
Tanggal : No
Surat :
|
|
Pengolah :
Paraaf :
|
|
Catatan :
|
Penanganan surat dengan kartu kendali dapat
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
a.
Surat penting, yaitu surat yang didalamnya memuat masalah
pokok yang dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya tercapainya tujuan
b.
Surat biasa, surat rutin yang isinya singkat dan tidak perlu
disimpan lama.
c.
Surat rahasia, surat tertutup langsung ditunjukan kepada
orang yang ditunjuk dengan pemrosesannya dilakukan dalam keadaan tertutup.
SISTEM INDEKS DALAM
PENATAAN DOCUMEN
A.
MENGINDEKS
Indeks sebagai kata kerja merupakan kegiatan yang dilakukan dalam proses
melakukan penyimpanan aarsip atau documen. Ada tiga macam pengertian indeks :
1.
Indeks
dalam pengertian umum, yaitu merupakan alat bantu untuk menentukan suatu tempat
2.
Indeks
dalam perpustakaan, merupakan katogsasi, indeks film, adau subjek masalah.
3.
Indeks
dalam pengertian kearsipan, merupakan petunjuk atau tanda pengenal yang
memudahkan menentukan tempat penyimpanan arsip, sehingga mudah ditemukan
kembali.
Dalam perkantoran, biasanya indeks yang
digunakan adalah sebagai berikut :
·
Indeks
numeric, yaitu suatu daftar atau surat yang disusun menurut nomer kontrol atau
disebut daftar infentarisasi
·
Indeks
subyek, yaitu suatu daftar kunci yang disusun menurut abjad, sesuai dengan nomor
control yang berkaitan dengan surat.
Syarat – syarat dalam mengindeks :
o Singkat, jelas dan mudah dimengerti
o Berorientasi pada kebutuham pemakai
o Merupakan kata yang mudah dimengerti
o Diambil atau ditentukan dar surat
Contoh kartu indeks :
Indeks
: Bali, Bank,
Bandung
Kode/Tanggal
surat : 9 MEI 2011
Perihal :Pesanan kertas
Nomor/tanggal
surat : 0079/18-6-2004
|
B. MENGINDEKS SISTEM NOMOR
Sistem
penomoran dalam suatu dokumen tidak terlepas dari sistem kearsipan. Sistem
penomoran hendaknya memberikan identifikasi spesifik dari berbagai surat dalam
subyek yang sama.
Dalam sistem kearsipan, kita mengenal tiga
sistem penomoran ;
1. Sistem Dewey Clasification
2. Sistem Terminal digit
3. Sistem congres classification
Keuntungan menggunakan sistem nomor ;
1. Teliti
2. Kode nomer dapat disamakan untuk semua unit
3. Perluasan nomor tidak terbatas
4. Tunjuk saling disusun bersama indeks
5. Indeks memuat semua koresponden
Dalam
penomoran surat bisa dilakuakan setelah pembuatan konsep surat yang telah mendapatkan
persetujuan dari pimpinan.Tujuan penomoran ini untuk diagendakan atau dicatat
dalam buku agenda dan penomoran yang dilakukan pada surat yang akan disimpan.
Untuk penomoran pada konsep surat misalnya:245/KU/III/2004 artinya
245 adalah nomor urut yang diambil dai buku agenda
KU adalah masalah keuangan
2004 adalah tahun surat dibuat
Dalam penomoran surat
dengan menggunakan sistem Dewey. Dapat dibagi menjadi 10 kelompok ilmu
pengetahuan. Sistem biasa ini disebut sistem desimal atau sepuluhan misalnya
351 masalah kepegawaian
351.1 Pengadaan
351.2 Pengangkatan
351.3 Mutasi
351. 4 Jabatan dsb
Sistem
nomor yang sering digunkana adalah sistem nomor dewey atau sestem nomor
terminal digit. Adapun untuk mengindeks sistem nomor terminal digit biasanya
menggunakan nomor urut dalam buku arsip. Nomor urut diawali dari 0000,
0001,0002 dan seterusnya (minimal 4 digit)
Contoh buku arsip :
|
NO.Urut
|
Tanggal
|
Judul
|
Perihal
|
No.Warkat
|
ket.
|
|
Surat
|
Terima
|
|
1
|
10/02/2011
|
12/2/2011
|
Karmila
|
Cuti
|
008/KP/II/11
|
|
Contoh daftar klasifikasi sistem nomor ;
000 ORGANISASI
100 MANAJEMEN
200 KEPEGAWAIAAN
200 PERSEKUTUAN PEGAWAI
210 MUTASI PEGAWAI
220 CUTI PEGAWAI
230 PENGEMBANGAN PEGAWAI
240 KESEJAHTERAAN PEGAWAI
250 PEMBERHENTIAN PEGAWAI
C.
MENGINDEKS
SISTEM ABJAD
Pada penyimpanan yang menggunakan sistem
abjad, cara mengindeks yaitu diambil judul yang terpenting. Ada empat ketentuan
mengindeks sistem abjad :
a. Mengindeks nama perorangan
1. Nama orang Indonesia
Nama didahulukan adalah nama keluarga,marga, atau suami.
2. Nama orang asing
Nama didahulukan adalah nama keluarga, biasanya nama
keluarga terletak paling akhir dari rangkaian nama asli.
b. Mengindeks nama perusahaan
Mengindeks nama perusahaan yang didahulukan
adalah kata tangkap pertama atau nama yang merupakan ciri khusus atau nama yang
membedakan dengan perusahaan lain.
Contoh
:
-
Toko
Sepatu Pantes diindeks menjadi Pantes, toko , sepatu
-
PT
MAKMUR JAYA diindeks menjadi MAKMUR, Jaya, PT
c. Mengindeks nama organisasi atau perhimpunan
Apabila menggunakan
singkatan maka dipanjangkan terlebih dahulu.
Contoh :
-
PGRI
diindeks menjadi Guru, Republik, Indonesia, Persatuan
-
ISI
diindeks menjadi Sekertaris, Indonesia, Ikatan
d. Mengindeks nama lembaga atau intansi
Yang dipentingkan lebih dahulu aalah nama lembaga itu
sendiri ;
Contoh :
-
Kementrian
Tenaga Kerja, diindeks menjadi Tenaga, Kerja, Kementrian
-
LAN,
diindeks menjadi Adminitrasi, Negara, Lembaga
D.
MENGINDEKS
SISTEM WILAYAH
Mengindeks
sistem wilayah yang dijadikan dasar adalah daftar klasifikasi wilayah.daftar
ini disusun berdasarkan letak geografi dan ketatanegaraan pemerintah suatu
negara.
Contoh :
|
JAWA
BARAT
|
JAWA
TENGAH
|
|
1.
Bandung
|
1.Banjar Negara
|
|
2.
Banten
|
2.Ambawara
|
|
3.
Cianjur
|
3.Kudus
|
|
4.
Kuningan
|
4.Purwokerto
|
|
5.
Tanggerang
|
5.Semarang
|
E.
MENGINDEKS
SISTEM TANGGAL
Cara
ini dapat dibilang lebih mudah karena yang dijadikan unit pertama adalah tahun,
unit kedua adalah bulan,unit ketiga adalah tanggal dari surat tersebut.
Contoh : Surat tanggal 10 Januari 2011
apabila diindeks menjadi 2011, Januari 2011
F.
MENGINDEKS
SISTEM MASALAH
Mengindeks sistem masalah yang dijadikan dasaradalah daftar klasifikasi
masalah. Daftar klasifikasi ini seperti daftar klasifikasi sistem nomor, hanya
saja dalam daftar klasifikasi ini kodeyang digunakan tidak hanya berupa angka
tetapi bisa juga menggunakan urutan abjad atau kombinasiantara angka dan abjad.
Contoh daftar klasifikasi masalah :
|
KODE
|
MASALAH UTAMA
|
MASALAH
|
SUBMASLAH
|
|
KP
|
KEPEGAWAIAN
|
1. Perekrutan
|
1. formasi
|
|
|
2. lamaran
|
|
|
3. penempatan
|
|
2. Cuti
|
1. cuti sakit
|
|
|
2. cuti melahirkan
|
|
|
3. cuti tahunan
|
|
|
4. cuti haid
|
|
3. Pengembangan
|
1. diklat
|
|
|
2. penataran
|
|
|
3. magang
|
|
|
4. seminar
|
PENYIMPANAN DAN PENEMUAN KEMBALI
1.
PROSES
PENYIMPANAN SURAT
Sebelum surat disimpan terlebih dahulu surat tersebut harus :
a. Diperiksa
b.Diindeks
c.Diberi kode
d.Disortir
e.Ditempatkan sesuai sistem yang digunakan
Proses penyimpanan surat seperti urutan di atas dapat dijelaskan sebagai
berikut :
a. Memeriksa
Surat atau documen yang akan
disimpan seharusnya diperiksa terlebih dahulu, apakah surat itu sudah layak
disimpan atau belum. Pemeriksaan ini sangat penting untuk proses penyimpanan
b. Mengindeks
Mengindeks adalah proses penentuan judul dari sebuah surat atau documen
untuk kepentingan penyimpanan. Dalam hal ini seorang petugas harus dapat
menentukan judul dari surat tersebut sebagai pegangan dalam penemuan kembali
c.
Memberi
Kode
Setalah surat atau documen diindeks petugas memberikan kode atau tanda
surat yang akan disimpan dengan adanya tanda atau kode dalam surat, langkah
selanjutnya petugas dapat menyortir ataupun menetapkan surat tersebut sesuai
dengan sistem arsip yang benar.
d.
Menyortir
Bila surat yang disimpan cukup banyak perlu dilakukan penyortiran.
Tujuannya untuk mempermudah penempatan surat dalam tempat penyimpanan, sehingga
mudah untuk dicari.
e.
Penyimpanan
surat
Surat yang telah diindeks, diberikode dan di
sortir kemudian disimpan dalam lemari arsip, laci sesuai dengan sistem
kearsipan yang digunakan.
Dengan
adanya proses penyimpanan dengan baik dan teratur. Surat atau dokumen kantor
yang diperlukan atau dibutuhkan kembali dapat ditemukan kembali dapat ditemukan
dengan cepat, tanpa melihat-lihat setiap laci. Cukup melihat kode klasifikasi tentang
surat yang dibutuhkan dan melihat kartu indeks sesuai dengan sistem yang
digunakan.
2.
PROSES
PENEMUAN KEMBALI SURAT
Untuk
menemukan kembali surat-surat yang telah disimpan sesuai dengan prosedur
penyimpanan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut ;
1)
Mencari
kartu indeks
2)
Melihat
pada kartu indeks kode penyimpanannya, kemudian mencari pada laci kartu indeks
setelah ditemukan kode penyimpanannya maka langkah selanjutnya adalah mencari
surat dalam map sesuai dengan judul yang dikehendaki.
Untuk menemukan kembali surat, perlu ditunjang
oleh beberapa faktor :
o Kesederhanaan
o Ketepatan menyimpanan surat
o Menjamin keamanan
o Memenuhi persyaratan ekonomis
o Penempatan strategis
o Sistem yang dilakukan fleksibel
o Petugas harus memahami pengetahuan yang baik
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Penataan dokumen dan penyelenggaraan
kearsipan suatu kantor tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak didukung
oleh sarana yang memadai. Sarana penataan arsip adalah peralatan/perlengkapan
yang dipergunakan dalam menata/meyimpan arsip. Dalam pengadaan sarana penataan
arsip, hendaklah diperhatikan benar bahwa peralatan yang dipilih dapat memenuhi
kebutuhan yang diinginkan. Setiap perusahaan yang baik selalu memperhatikan
kerapihan arsip , sebagai asset perusahaan. Data atau arsip-asrip yang dimiliki
perusahaan merupakan dokumen yang menjadi kekayaan perusahaan. Karena itu,
arisp-arsip tersebut harus dijaga dan dilindungi secara baik oleh perusahaan.
Arsip-arsip tersebut haruslah disimpan dengan baik menggunakan suatu system
yang memudahkan dalam menyimpan dan menemukan kembali. Kegiatan penyimpanan
tersebut membutuhkan perlengkapan dan peralatan arsip yang cukup dari segi
jumlah kualitas yang baik pula. Hal ini penting agar arsip-arsip tersebut
terlindungi dari bahaya yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan arsip,
seperti bahaya banjir, kebakaran, pencurian, dan sebagainya.
3.2.Saran
Disetiap kantor tentu saja perlengkapan
dan peralatan yang digunakan bermacam-macam sehingga semakin besar kantor dan
arsip yang dikelola, maka semakin banyak dan beragam pula peralatan yang
digunakan.
Dalam memilih bahan
dan penataan kearsipan harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Sesuai dengan
ruang lingkup organisasi
2. Sesuai dengan
luas ruangan yang tersedia
3. Sesuai dengan
bentuk dan ukuran arsip
4. Dapat menjamin
keselamatan fisik arsip
DAFTAR PUSTAKA
Astini, Titin 2004 Melakukan Prosedur Adminitrasi, Bandung
: CV. Armico
http://fadlireadi.blogspot.com/2012/11/makalah-kearsipan.html Diposkan oleh Fadli readi
Sriyani, Ika.S.Pd.
Melakukan Prosedur Adminitrasi, Depok : CV. Arya Duta